KENDAL FOREST DISTRICT

Tuesday, August 09, 2005

Kondisi Sosial Ekonomi
Wilayah KPH Kendal mencakup 77 desa hutan dari 633 desa/kelurahan yang berada di Kodya Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang. Kondisi sosial ekonomi ke tiga wilayah daerah tingkat II tersebut disajikan seperti di bawah.
Kondisi Sosial Ekonomi Kodya Semarang/Kabupaten Kendal/Kabupaten Batang tahun 2002
1 Jumlah desa/kelurahan : 103/285/245 desa
2 Jumlah penduduk : 1.350.005/887.286/647.638 orang
- Wanita : 678.973/449.464/339.057 orang
- Pria orang : 671.032/437.822/335.581 orang
3 Etnis/WNA : 1.422/26/1 orang
4 Pertumbuhan penduduk : 2,09/0,49/0,85 %
5 Kepadatan penduduk /km2 : 3.634/885/855 org/km2
6 Pendapatan per kapita : 9.295.039/4.698.068/2.949.936 Rp/th
7 Jumlah keluarga : 311.899/220.277/161.223 KK
8 Keluarga miskin : 44.003/124.635/91.299 KK
9 Petani dan buruh tani : 48.584(0,004)/329.679(37)/142.819(22)
org(%)
10 Pemeluk Agama
- Islam : 1.135.418/877.641/670.852 orang
- Nasrani : 189.439/8.300/3.531 orang
- Hindu dan budha : 25.148/855/255 orang
11 Sekolah dan tempat ibadah
- Sekolah dan pesantren 1.666/1.395/1.124 buah
- Masjid dan musholla 2.414/3.876/3.196 buah
- Gereja 242/53/16 buah
- Pura 4/0/1 buah
- Vihara 27/8/0 buah
12 Mata Pencaharian
- Jasa dan lainnya 29/25/33 %
- Buruh industri 23/13/16 %
- Buruh bangunan 13/
- PNS/ABRI 11/4/3 %
- Petani 3/59/47 %
13 Hasil pertanian / th
- Padi ton 21.000 190.000 180.000
- Jagung ton 1.000 59.000 21.000
- Singkong ton 11.000 52.000 76.000
- Pisang ton 3.000 18.000 4.500
- Durian ton 10.000 14.000 1.800
- Ternak besar ekor 27.000 13.000 105.449
- Ternak unggas ekor 1.300.000/7.380.000/1.017.000
- Ikan ton 990 7.270 16.317

Kondisi Biologi

Kawasan hutan produksi di KPH Kendal mempunyai ciri utama vegetasi jenis jati dengan pengkayaan jenis lainnya yaitu mahoni, kesambi, mangium, johar, sono, salam, tepus, secang, aren, duwet, ploso, lamtoro. Selain jenis tersebut dikenal juga jenis tanaman palawija dan semak belukar. Vegetasi pada Cagar Alam / Suaka Alam tercatat lebih kurang 50 jenis tumbuhan kayu dan 20 jenis semak. Pada Cagar Alam Ulo Lanang dan SA Peson II terdapat jenis Dipterocarpaceae yaitu plalar (Dipterocarpus gracilis). Pada CA Pager Wunung terdapat hutan jati alam.

Satwa liar yang hidup dan ditemukan di kawasan hutan KPH Kendal lebih kurang berjumlah 58 jenis terdiri dari 30 jenis aves (burung), 14 jenis mamalia dan 14 jenis reptil, dengan 39 jenis (aves 15, mamalia 21, reptil 3) ditemukan di hutan produksi dan yang dilindungi berjumlah 18 jenis (seperti merak, monyet, babi hutan, ayam hutan), 10 jenis termasuk dalam CITES apendiks II.

Kondisi Fisik Kimia

Wilayah KPH Kendal termasuk dalam tipe iklim tropika basah (tipe A / Borema) dengan kisaran suhu udara berkisar 22 o C – 33 o C dan curah hujan rata-rata 3.510 mm. Tinggi tempat 0 m – 534 m dengan topografi landai hingga bergelombang. Bahan induk batuan berupa endapan liat, tuf volkan intermedier (latosol), batuan endapan dan volkan, tuf volkan dan napal serta tuf volkan intermedier (mediteran). Tekstur tanah sedang hingga liat. Struktur tanah remah hingga bergumpal. Tanah mempunyai pH 4.5 – 6.5, kandungan organik top soil 3 – 10 %, daya absorbsi 15 – 25 cm/dt, permeabilitas tinggi dan kepekaan erosi rendah.

Kawasan hutan KPH Kendal 9,04 % berada pada daerah aliran sungai (DAS), dengan sungai-sungai penting antara lain Kalikuto, Kaliblukar, Kalibodri, Kaliblorong, Kalisambong, Kaliboyo, Kaliurang, Kalikreyo dan Kalibesole.

Kondisi Sumberdaya Hutan

Kawasan hutan KPH Kendal seluas 20.389,7 ha terdiri kawasan produksi 17.658,6 ha (87 %), kawasan lindung 2.152,1 ha (10 %), dan areal tidak produktif 578,97 ha (3 %). Pada kawasan produksi terdapat kawasan hutan jati produktif seluas 12.899,9 ha, yang diantaranya dikelola bersama masyarakat untuk ditanami tanaman pertanian seluas 2.672 ha (tumpang sari), 2.115,4 ha (di bawah tegakan) dan 162 ha (kawasan teresan).

Kawasan lindung berupa kawasan perlindungan setempat (KPS) terdiri sempadan sungai, sempadan pantai dan tempat khusus. Beberapa objek KPS diarahkan sebagai hutan lindung terbatas (sempadan sungai, sempadan pantai, alas roban, kawasan perlindungan tanah, curug sewu dan Goa Kukulan), sedangkan lainnya sebagai lahan dengan tujuan istimewa (LDTI) terdiri mata air, Bumi Perkemahan, Arboretum, Makam, Goa Kiskendo, Pelitasan dan Hutan Penelitian.

Berdasarkan hasil risalah kilat tahun 2003 (jangka tahun 2004-2013) tercatat luas hutan produktif 12.899,8 ha dengan potensi luas tebangan dalam 1 tahun 71,3 ha dan perkiraan produksi 11.476 m3. Produktivitas kayu bundar jati tiap hektar 113 – 147 m3. Sedangkan potensi hasil hutan non kayu. yang diusahakan adalah wisata dengan proyeksi tahunan jumlah pengunjung 20.000 orang dan penghasilan Rp. 40 juta.

Kondisi Umum

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Kendal merupakan Badan Usaha Milik Negara (PP 30/2003), bagian dari Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Wilayah kerjanya berada di Kabupaten Kendal 13.302,3 ha (65 %), Kabupaten Batang 5.321,6 ha (26,1 %), dan Kodya Semarang 1.765,8 ha (8,7 %), sehinggga luas total kawasan hutan adalah 20.389,7 ha.

Kawasan hutan dibagi menjadi 3 (tiga) bagian hutan (BH), terdiri 301 petak, yaitu BH Subah 107 petak (5.315,6 ha = 26 %), BH Kalibodri 108 petak (8.015,7 ha = 39 %) dan BH Kaliwungu 86 petak (7.058,9 ha = 35 %).

Letak geografis KPH Kendal antara 6o 51l 22ll LS - 7o 7l 17ll LS dan 109 o 43l 28ll BT - 110 o 24l 35ll BT.

Status tata guna lahan hutan KPH Kendal adalah hutan produksi tetap berdasarkan BATB (Berita Acara Tata Batas) tahun 1926 – 1927 dan BATB tahun 1937. Kawasan hutan KPH Kendal dikelilingi oleh tanah milik (lahan pertanian dan pemukiman) dan tanah negara (lahan perkebunan dan bekas perkebunan).

Jalan Menuju Sertifikasi Manajamen Hutan Lestari

Perum Perhutani KPH Kendal dalam mengelola hutan di wilayah kerjanya, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 30 tahun 2003, dilakukan dengan arah untuk mendukung pembangunan nasional. Oleh karena itu pengelolaan yang berkesinambungan (asas lestari) menjadi hal yang mutlak harus dilakukan. Hutan sebagai kesatuan ekosistem dengan tiga fungsi ekologi / lingkungan, sosial dan ekonomi dijadikan titik tolak pengelolaan / manajemen hutan lestari (MHL).

MHL di KPH Kendal dimulai dengan perencanaan seperti tertuang dalam RPKH (Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan), RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan), RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan), Renstra PHBM (Rencana dan Strategi Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat), RUT (Rencana Usaha Tahunan), RTT (Rencana Teknik Tahunan); telah melalui berbagai kajian teknis seperti Kajian Kelestarian (Produksi dan Finansial), Kajian Lingkungan, Kajian Keamanan; dan dilakukan pengendalian lewat monitoring dan evaluasi seperti Daftar Kemajuan Pekerjaan / DKP, laporan triwulan, laporan lacak balak, hasil pemantauan lingkungan, pemantauan sosial, dll.

Dengan demikian MHL di KPH Kendal dari sisi perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara ekonomi, dari sisi kemanfaatan bagi para pihak harus dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dan dari sisi penjagaan kualitas kehidupan dapat dipertanggungjawabkan secara ekologis.